Putra - Putri Tanah Air yang #BeraniMulai dalam Dunia Perfilman – Selamat Hari Film Nasional Chatters!

Hai, Chatters! Kabar baik bukan buat kamu yang kapanpun dan dimana pun berada. Siapa nih yang suka nonton film? Buat kamu yang suka nonton film, apa sih yang kamu ketahui tentang dunia perfilman? Apakah kamu cuman tahu kalau film punya genre romantis, komedi, horror, drama, dan lainnya saja? Kalau suka nonton film, penting juga nih untuk kamu ketahui kalau setiap tanggal 30 Maret akan ada peringatan Hari Film Nasional yang ke-70.

Ngomong – ngomong soal film, kita simak dulu yuk kilas balik perfilman di Indonesia. Bermula pada tanggal 30 Maret 1950 silam, gambar film Darah & Doa (Long March of Siliwangi) pertama kali diambil. Film ini disutradarai langsung oleh orang Indonesia bernama Usmar Ismail, yang juga diproduksi oleh perusahaan film milik Indonesia, yaitu Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini). Tidak akan ada Hari Film Nasional jika tanpa keberanian Usmar Ismail lho, Chatters! Usmar Ismail membuktikan kalau beliau adalah sosok yang #BeraniMulai sama seperti ChatAja!. Bayangkan Chatters, kalau saat itu Usmar Ismail tidak #BeraniMulai untuk menyutradai sebuah film, kapan ya kira – kira sejarah film Indonesia baru dimulai? Pasti lebih lama lagi kan...

Usmar Ismail adalah sang sutradara kondang yang menjadi teladan bagi sineas Indonesia sehingga film ini ditetapkan sebagai film lokal pertama yang mengangkat tema tentang Indonesia. Wah! Meskipun dengan fasilitas dan alat yang seadanya ditahun 1950, yang penting Usmar Ismail sudah membuktikan bahwa para pemuda Indonesia harus #BeraniMulai dan jangan takut untuk mengekpresikan diri dijalur kamu masing – masing ya, Chatters.

Kemudian, 12 tahun setelah film Darah dan Doa rilis, tepatnya pada tanggal 11 Oktober 1962, konferensi kerja Dewan Film Nasional bersama organisasi perfilman menetapkan 30 Maret 1950 sebagai Hari Film Nasional.

Film sendiri diartikan sebagai suatu bentuk komunikasi massa elektronik berupa media audio visual yang menyajikan kata-kata, bunyi, citra, dan kombinasinya. Namun, rasanya saat ini film tidak hanya dimaknai sebagai media komunikasi massa, tapi lebih dari sekadar itu. Tentu sebuah film diciptakan dengan membawa pesan, baik berupa informasi, pendidikan, budaya, atau hiburan. Terkadang ketika kita menonton sebuah film, terlebih lagi dengan genre yang kita gemari, rasanya seakan-akan kita terbawa masuk ke dalam ceritanya. Hayo ngaku... siapa yang sering baper atau bawa perasaan sama film yang lagi di tonton bahkan sampai ada yang emosional seperti menangis, teriak, ketakutan, dan sebagainya?

Tanpa disadari, kita banyak belajar dari film karena pesan yang dibawa oleh film tersampaikan dan dapat diterima dengan baik. Tapi perlu di ingat nih Chatters, tontonlah film sesuai usia kamu, ya! Agar nonton lebih aman dan nyaman seperti ChatAja hehe. Admin punya quote nih dari Nina LaCour seorang penulis yang karyanya selalu best seller.

 

“We love films because they make us feels something. They speak to our desires, which are never small. They allow us to escape and to dream and to gaze into the eyes that are impossibly beautiful and huge. They fill us with longing. But also, they tell us to remember; they remind us of life. Remember, they say, how much it hurts to have your heart broken.” 
― Nina LaCour, Everything Leads to You

 

Kira-kira begitulah Nina LaCour memaknai film. Kalau makna film versi kamu apa Chatters? Kalau menurut admin sih film adalah salah satu sarana kita untuk menambah wawasan, memperluas cakrawala, melatih imajinasi dan masih banyak lagi tentunya.

Oh ya Chatters, admin ada informasi penting nih, tahun ini akan ada sebuah program yang digagas oleh Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) berkonsep bioskop mini lho, acara ini akan menggelar Bulan Film Nasional dengan menayangkan 31 film karya tanah air yang terdiri dari 16 film panjang dan 15 film pendek. Wah seru juga ini, Chatters dapat mengisi agenda kamu di waktu luang menghadiri acara ini.

Program tersebut diberi nama Kineforum. Untuk jadwal filmnya bisa kamu lihat dan cek langsung di website resmi Kineforum yaa.

Anyway, dalam rangka menyambut Hari Film Nasional, ada beberapa tokoh Tanah Air yang #BeraniMulai untuk melangkahkan kakinya ke ranah perfilman nih, simak yuk!

1. Joko Anwar

 

Joko Anwar di Hari FIlm Nasional
Sumber : instagram.com/jokoanwar/

 

Siapa yang nggak tahu salah satu sutradara ternama Indonesia yang satu ini? Pasti rata – rata kamu sudah pernah menonton film dari Joko Anwar kan.. Sudah berapa film karya Joko Anwar yang Chatters sudah tonton?

Joko Anwar merupakan seorang sineas yang memulai perjalanan karirnya sebagai Wartawan di The Jakarta Post. Ketertarikannya terhadap dunia film sudah terlihat sejak bangku Sekolah Menengah Pertama, kala itu Ia menulis dan menyutradarai pertunjukan drama. Kerana terhambat finansial, Ia kemudian melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Penerbangan karena orang tuanya tidak sanggup untuk menyekolahkannya ke sekolah film.

Hingga akhirnya, salah seorang produser dan sutradara terkemuka, Nia Daniata, terkesan dengan Joko dan mengajaknya untuk menulis proyek film bersama. Saat itulah Joko memulai profesinya sebagai seorang sutradara, penulis scenario, dan produser. Wah sangat #BeraniMulai ya, Chatters! Salut deh sama Joko Anwar, seorang lulusan Sarjana Teknik yang sekarang berkarir di dunia perfilman tanah air.

Tidak hanya itu, berkat keberaniannya untuk menggapai cita – cita di ranah perfilman, berbagai penghargaan terhadap karyanya pun mampu diraih bukan hanya di tingkat Nasional saja tetapi Internasional pun juga diraih Joko Anwar lho Chatters, seperti Festival Film Indonesia 2004, MTV Indonesia Movie Awards 2004, Sydney Film Festival, dan masih banyak lagi.

 

2. Ernest Prakasa

 

Ernest Prakasa di Hari FIlm Nasional
Sumber : instagram.com/ernestprakasa/

 

Siapa sih yang gak tahu dua sejoli suami istri yang kompak banget sekarang, apalagi dalam hal menggarap film terakhir mereka yang tayang desember 2019 lalu dengan judul “IMPERFECT”? Sang istri Meira sebagai penulis cerita dan Ernest sebagai Sutradara dalam film tersebut. Nah, kita akan bahas tokoh satu ini yang mengawali karirnya di industri music. Awalnya, Ernest tergabung ke dalam Universal Music lalu berlanjut ke Sony Music, dan akhirnya berpindah ke dr. Digital. Setelah 6 tahun berkutat di industri musik, Ernest mengikuti ajang Stand Up Comedy Indonesia, program garapan Kompas TV. Dari sinilah nama Ernest mulai dikenal setelah meraih peringkat ketiga dalam ajang tersebut.

Dari panggung Stand Up Comedy, Ernest pun #BeraniMulai untuk merambah ke industri perfilman sebagai actor. Di bulan Desember 2015, Ernest melakukan debutnya sebagai penulis dan sutradara dengan mempublikasikan karya filmnya berjudul Ngenest yang terinpirasi dari kisah nyata kehidupan Ernest sendiri. Film ini adalah film komedi ringan yang membawa pesan sangat baik untuk kita semua yang menikmati karya film pertama dari sutradara Ernest Prakasa. Film hasil garapannya yang lain adalah Cek Toko Sebelah (2016), Susah Sinyal (2017), Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta dan Rangga (2018), dan Imperfect (2019).

Ernest juga telah mengantongi banyak penghargaan seperti Piala Maya (Skenario Adaptasi Terpilih & Sutradara Muda Berbakat), Festival Film Bandung (Skenario Terpuji), Indonesia Box Office Movie Awards, Indonesia Movie Actors Awards, dan penghargaan internasional Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2017 untuk kategori Best Director.

 

3. Aghniy Haque

 

Aghniy Haque di Hari Film Nasional
Sumber : instagram.com/aghninyhaque/

 

Sebelum memulai karir sebagai aktris, Aghniy tercatat sebagai atlet Taekwondo yang menyabet medali perunggu untuk Indonesia saat SEA Games 2013 dan medali emas dari pertandingan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013. Tidak main-main, nama Aghniy sendiri juga pernah berada diperingkat 6 besar dunia lho! Wah, keren ya, Chatters; cantik, pemberani dan multitalent!

Perjalanan karir Aghniy Haque sebagai aktris bermula saat dirinya mengalami cedera yang membuatnya harus beristirahat sejenak dari dunia Taekwondo yang sudah digelutinya sejak tahun 2011. Saat itu, Aghniy yang masih dalam masa penyembuhan memberanikan diri untuk mengikuti casting film laga komedi berjudul Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 2012 atau 212 Warrior dan mendapat peran sebagai Rara Murni. Wah, walau sakit harus tetap produktif ya! Gak boleh males – malesan dan harus #BeraniMulai mengembangkan bakat dan potensi yang ada di dalam diri ya, Chatters. Kan kita tidak akan tahu kalau kita belum mencoba. Maka dari itu #BeraniMulai aja yuk!

Ternyata, karirnya sebagai aktris tidak hanya berhenti sampai disitu lho. Pada tahun 2018, Aghniy berperan sebagai Hilda di sinetron Rhoma Irama: Cinta dan Do’a. Kemudian, pada tahun 2019, Aghniy memasuki peran dalam film layar lebar seperti Taufiq: Lelaki yang Menentang Badai, Wedding Arrangement, dan Habibie & Ainun 3. Selain itu, film layar lebar Aghniy yang terbaru akan rilis di bulan Maret 2020 dengan judul KKN di Desa Penari, dan kabarnya, Aghniy juga akan bermain di film Generasi 90an Melankolia, lho!

Hayo, siapa Chatters yang mengidolakan Aktris berbakat yang satu ini? 4 Jempol deh buat Aghny atas keberaniannya untuk #BeraniMulai dan masuk ke dunia perfilman tanah air dengan background seorang atlit taekwondo Nasional.

 

4. Gina S. Noer

 

Gina S. Soer di Hari Film Nasional
Sumber : instagram.com/ginasnoer/

 

Yang terakhir mana nih suaranya para wanita – wanita tangguh? Wanita berbakat kelahiran 24 Agustus 1985 yang terlahir dengan nama lengkap Retna Ginatri S. Noer ini dikenal sebagai penulis skenario setelah memenangkan Close Up Movie Competition pada tahun 2004. Namanya semakin dikenal ketika dirinya terjun ke dunia perfilman dan berkolaborasi dengan penulis scenario lainnya untuk membuat film.

Gina juga sukses menggarap banyak film, dua diantaranya adalah Ayat-Ayat Cinta dan Habibie & Ainun. Gina juga sebagai penulis dalam film Keluarga Cemara lho Chatters.  Prestasi lainnya yang berhasil dikantongi Gina, antara lain Festival Film Indonesia 2009 dengan nominasi Skenario Adaptasi Terbaik melalui karya film Perempuan Berkalung Sorban, Festival Film Indonesia 2010 dengan nominasi Skenario Terbaik bersama Salman Aristo melalui karya film Hari Untuk Amanda.

Disaat profesi penulis skenario dan produser di Indonesia didominasi oleh pria, Gina adalah salah satu wanita yang #BeraniMulai melangkahkan kakinya ke ranah perfilman tanah air. Salut banget ini admin! Good job pokoknya buat para wanita Indonesia yang selalu #BeraniMulai dalam bidang apapun!

Nah, sama seperti keempat tokoh Tanah Air diatas yang #BeraniMulai untuk bermimpi, bergerak, dan berjuang demi impiannya di ranah perfilman, ChatAja juga #BeraniMulai lho untuk menjadi aplikasi Chatting karya anak bangsa!

Berawal dari #BeraniMulai dan bermimpi untuk menjadi suatu infrastruktur di mana generasi produktif Indonesia dapat melakukan hal apapun mulai dari komunikasi, kolaborasi, dan konsultasi melalui chatting, hingga mengantarkan ChatAja #BeraniMulai untuk berkompetisi dengan banyaknya penyedia layanan chatting dan hadir menemani komunikasi masyarakat Indonesia dengan aman dan nyaman.

Dengan ini, ChatAja berharap agar pesan semangat keberanian dan perjuangan untuk bersaing dan meningkatkan kualitas layanan lokal bisa tersampaikan dengan baik ke masyarakat Indonesia.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk #BeraniMulai dalam hal apapun dan jangan lupa share cerita #BeraniMulai versi kamu dan tag kita ya! Untuk Chatters yang gemar dengan dunia perfilman dan review film-film terbaru, bisa cek Akun Kanal Montase Film di Jelajah aplikasi ChatAja, lho!

 

Ayo, download aplikasi ChatAja di Play Store dan Apple Store kamu.

Eksplor Pengalaman Seru Lakukan Segalanya Lewat Chatting.

#BeraniMulai

#DenganChatAja