Konseling Online sebagai Solusi dari Lelah Mental Akibat Penerapan PSBB Jilid Dua

Konseling Online PSBB
Sumber : freepik.com

Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid Dua. Pemberlakuan PSBB Jakarta Jilid Dua yang dimulai 14 September 2020 ini dilandasi oleh penerbitan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam penanganan Covid-19 di DKI Jakarta. Dengan demikian, kelonggaran yang diberlakukan selama PSBB transisi akan ditiadakan. 

Selama PSBB diberlakukan, setiap warga diimbau untuk tetap tinggal dirumah dan mengerjakan seluruh kegiatan dengan sistem Work From Home (WFH). Pada awalnya, perintah bekerja dari rumah ini membuat mayoritas masyarakat bersorak. Akan tetapi, setelah beberapa waktu, kondisi ini membuat banyak masyarakat mulai merasakan jenuh dan lelah. Bahkan, beberapa masyarakat menilai bahwa sistem WFH lebih melelahkan daripada sistem Work From Office (WFO). Rasa lelah ini tidak hanya sebatas lelah secara fisik, akan tetapi juga lelah secara mental. Berdasarkan pernyataan sebelumnya, timbullah pertanyaan, mengapa masyarakat lebih merasa lelah walaupun mengeluarkan lebih sedikit energi? Dilansir dari beberapa sumber, berikut alasan mengapa WFH membuat mental terasa lelah:

1. Kehilangan Batas antara Kehidupan Pribadi dan Kehidupan Profesional

WFH Vs WFO
Sumber : freepik.com

Keberadaan ruang kerja di dalam rumah dapat menentukan keadaanmu selama di rumah. Jika di rumah kamu terdapat ruang kerja, kamu cukup beruntung. Jika tidak, ini bisa menjadi sumber masalah bagi kesehatan mental kamu. Hal tersebut menjadi sumber masalah karena ketika kamu terpaksa harus WFH di kamar tidur, batasan antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional menjadi sedikit kabur.  Sebelumnya, saat pergi ke kantor seperti biasa, kamu memiliki batasan jelas: kantor sebagai pusat kehidupan profesional, rumah dan tempat lain menjadi area kehidupan personal. Saat batas antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional menjadi satu, kemungkinan kamu akan merasa bingung dan kewalahan. Ini juga merupakan salah satu penyebab stres saat WFH yang terkadang tidak disadari.

2. Merasa Kesepian

Kesepian
Sumber : hype.grid.id

Saat WFH, merasa kesepian sudah pasti menjadi penyebab stres utama yang dirasakan banyak orang. Pasalnya, semua orang diwajibkan untuk melakukan aktivitas dari rumah, dan juga dilarang untuk bertemu atau berkumpul dengan teman-teman. Meskipun masih bisa berkomunikasi lewat video atau telepon, manusia pada dasarnya masih membutuhkan interaksi langsung untuk bersosialisasi. Kurangnya bersosialisasi dengan orang lain ini dapat memicu rasa lelah pada mental kita.

 

3. Paparan Berita Buruk

Paparan berita buruk
Sumber : beritagar.id

Selama berkegiatan di rumah selama pandemi, kita tetap mencari tahu bagaimana berita paling update mengenai perkembangan virus Covid-19 di Indonesia. Akan tetapi, tidak sedikit media yang memberikan berita buruk seperti peningkatan jumlah pasien Covid-19. Menurut para psikolog, mengkonsumsi terlalu banyak berita buruk juga dapat menyebabkan otak mati sehingga dapat menyebabkan kelelahan. Ketika pikiran terus-menerus disibukkan dengan pikiran cemas tentang apa yang mungkin terjadi, itu dapat melelahkan otak.

 

4. Perasaan Cemas yang Tidak Terkendali

Perasaan cemas
Sumber : indomedia.com.au

Bagi sebagian orang, berada di situasi penuh ketidakpastian akan menyebabkan rasa stres dan cemas. Menurut psikolog, stres yang berkepanjangan bisa berdampak besar terhadap tubuh dan pikiran kita. Selain stres, rasa takut kehilangan orang yang dicintai, takut kehilangan pekerjaan dan lainnya memicu munculnya rasa cemas yang tidak terkendali. Semua perasaan negatif ini bisa membuat kita lelah secara emosional dan memicu rasa kurang berenergi pada fisik.

Setelah membahas penyebab-penyebab kelelahan mental di atas, lantas bagaimanakah cara untuk mengatasi kelelahan mental tersebut ketika melakukan WFH selama PSBB Jilid Dua diterapkan? Dilansir dari kompasiana, seorang dokter spesialis kejiwaan, Dr Teddy Hidayat, Sp., Kj (K), menyatakan bahwa kita harus memiliki seseorang yang dapat membuat kita terhubung secara mendalam selama pandemi ini berlangsung. Menurutnya, bercerita dengan seseorang untuk mencurahkan perasaan kita, berbagi emosi lebih dalam tentang apa yang terjadi dengan kita, dan/atau melakukan konseling dengan ahli yang tepat tentu akan sangat membantu kelelahan mental yang dirasakan. Tentu saja, ketika pandemi kita akan sulit untuk melakukan konseling dengan ahli secara tatap muka. Akan tetapi, konseling online hadir sebagai solusi bagi kita untuk mengurangi rasa lelah mental selama pandemi.

Konseling online adalah tempat yang tepat untuk mengekspresikan perasaan tentang masalah apa yang terjadi dalam hidup. Jika kamu mengalami masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, atau tantangan hidup secara umum, kamu dapat membicarakan masalah ini dengan konselor atau psikolog yang dapat terhubung dengan mudah dan mendapatkan konseling dan terapi melalui obrolan/ video atau panggilan telepon. Melalui konseling online, kamu dapat mengekspresikan emosi batin dengan bebas tanpa takut dihakimi. 

 

Go Meet Psychologists
 

Saat ini, kamu bisa melakukan konseling online secara praktis melalui aplikasi dengan SimplySimply hadir untuk memudahkan akses kamu untuk berkonsultasi dan konseling dengan psikolog secara online. Simply berfokus pada layanan kesehatan mental berbasis online. Untuk melayani kamu, Simply sudah menyediakan Tim Associate Psikolog yang terdiri dari psikolog profesional dengan berbagai latar belakang seperti psikolog klinis remaja dan psikolog klinis dewasa. Kamu juga bisa curhat langsung dengan admin yang berlatar belakang Sarjana Psikologi. Wah, menarik bukan?

Sekarang, kamu bisa dengan mudah melakukan konseling online dimana dan kapan saja. Cukup download aplikasi Chat Aja dan temukan Ofiicial Account Simply di fitur jelajah, kamu dapat langsung bertemu psikolog dan berbagi cerita agar dapat mengatasi permasalahan lelah mental yang kamu miliki.

 

Download for Android Download for iOS